menu

Sabtu, 10 Maret 2012

ANEKDOT SUNDA

AKI-AKI NURUSTUNJUNG

            Aya aki-aki gering panas,buukna gundul nepi ka maotna.Dijero kubur Malaikat bingung,akhirna Malaikat menta bantuan ka Bidadari."Bidadari pangmariksakeun ieuteh mayit Orok atawa aki-aki,,?".Terus kubidadari eta mayit teh disusuan,kakara ngagenyol samenit Bidadari ngagorowok,,,,"Malaikat,,,mayit aki-aki ieumah,,!","Naha kumaha,,,? ceuk Malaikat,"Tingali we atuh,,Ari biwirna ngagenyol susu,leungeunamah ngopepang ka handap,,,","Siksa we,,,TUMAN,,".Ha,,ha,,haaaa,,,,

POE KIAMAT

            Aya Guru nerangkeun kajadian Kiamat ka murid-murid kelas dua SD."Engke,,,kiamat teh gunung bitu ting jelegur,laut keplok limpas ka darat,,,kabeh anu hirup pasti paeh,kabeh jelema ge pasti paeh,,,!" ceuk Pa guru.Salah saurang murid ngacung,"Pa,,,ari kiamat,sakola diliburkeun teu,,,,?".Ha,,ha,,haaaa,,,,

HITUT JENGKOL

            Nini-nini naek Lift arek ka lantai genep.Dilantai tilu aya awewe asup meni sareungit,,,
Nini     : "Duh,,neng meni seungit,,,!"
Gadis   : "BULGARI ni,,,,dua juta sabotol,,!" ,agul eta si awewe teh.
Di lantai opat aya deui awewe asup leuwih seungit ti nu tadi.
Nini     : "Neng ge,,,meni seungit,,!"
Gadis 2: "GUCCI ni,,,lima juta saparapat botol,,!",agul deui wae.
Nepi ka lantai genep si nini kaluar,,,bari Hitut meleudeuk kacida bauna,awewe na jero Lift ge ampir-ampir kapiuhan,ceuk si nini bari kaluar "Tah neng,,,Jengkol tujuh rebu sakilo,,,!".Ha,,ha,,haaaa,,,,,

BOS PABRIK SAPU

            Aya budak awewe umur 13 taun gawe di pabrik sapu injuk.Betaheun gawena nepi ka umur 16 taun.Tapi teu gugur teu angin eta budak awewe teh ujug-ujug menta kaluar gawe.Ditanya ku Bosna "Nyai kunaon make menta kaluar gawe?".Si budak awewe teu nembalan,kalahka nyingsatkeun anderokna bari ngomong "Pa,,abdi didamel didieu mah injuk oge kuat ka narempel dina gagaduhan abdi,,,tuh tingali,,!".Si Bosna seuri ningali kitu teh bari ngomong "Eta mah nyai,,,tanda-tanda geus dewasa,Tuh tempo nu bapa oge,,!" bari morosotkeun calanana.Si budak awewe reuwaseun bari ngomong di jero hatena "euleuh-euleuh,,,,komo si bapa mah geuning meni kuat nempel jeung gagang-gagangna,,".Ha,,ha,,haaaa,,,,


»» Baca selengkapnya.....

Jumat, 09 Maret 2012

Pengertian SATPAM

Satpam yang merupakan singkatan dari Satuan Pengamanan, adalah satuan kelompok petugas yang dibentuk oleh instansi/proyek/badan usaha untuk melakukan keamanan fisik (physical security) dalam rangka penyelenggaraan keamanan swakarsa di lingkungan kerjanya.Kepolisian Negara Republik Indonesia menyadari bahwa polisi tidak mungkin bekerja sendiri dalam mengemban fungsi kepolisian. Oleh karena itu, lembaga satuan pengamanan secara resmi dibentuk pada 30 Desember 1980 melalui surat keputusan kepala kepolisian negara.

Jenjang Pelatihan

Jenjang pelatihan satpam ada 3 tingkat yaitu :
  1. Dasar (Gada Pratama), merupakan pelatihan dasar wajib bagi calon anggota satpam. Lama pelatihan empat minggu dengan pola 232 jam pelajaran. Materi pelatihan a.l. Interpersonal Skill; Etika Profesi; Tugas Pokok, Fungsi dan Peranan Satpam, Kemampuan Kepolisian Terbatas; Bela Diri; Pengenalan Bahan Peledak; Barang Berharga dan Latihan Menembak; Pengetahuan Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif Lainnya; Penggunaan Tongkat Polri dan Borgol; Pengetahuan Baris Berbaris dan Penghormatan;
  2. Penyelia (Gada Madya), merupakan pelatihan lanjutan bagi anggota satpam yang telah memiliki kualifikasi Gada Pratama. Lama pelatihan dua minggu dengan pola 160 jam pelajaran dan
  3. Manajer Keamanan (Gada Utama), merupakan pelatihan yang boleh diikuti oleh siapa saja dalam level setingkat manajer, yaitu chief security officer atau manajer keamanan. Pola 100 jam pelajaran.
Selain lembaga pendidikan kepolisian negara seperti Sekolah Polisi Negara, hanya perusahaan yang sudah memiliki izin operasional dari Kepala Polri sebagai badan usaha jasa pendidikan dan latihan keamanan, boleh menyelenggarakan pelatihan satpam. Kepolisian Wilayah, Kepolisian Wilayah Kota Besar, Kepolisian Resor, Kepolisian Resor Kota hanya melakukan latihan penyegaran.

Peranan

Dalam pelaksanaan tugasnya, anggota Satpam berperan sebagai
  • Unsur Pembantu Pimpinan institusi/proyek/badan usaha di bidang keamanan dan ketertiban lingkungan kerja.
  • Unsur Pembantu Kepolisian Negara di bidang penegakan hukum dan waspada keamanan (security minded) di lingkungan kerjanya.

Perlengkapan

Kegiatan seorang petugas Satpam terdiri dari pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli. Sesuai dengan sifat, lingkup tugas dan ancaman terhadap lingkungan kerjanya, seperti bank, objek vital, kantor bendahara, anggota Satpam dapat dilengkapi dengan senjata api berdasarkan izin kepemilikan senjata api yang diberikan oleh kepala kepolisian negara.
Jenis dan kaliber senjata yang dimaksud adalah
  • Senjata api bahu, jenis senapan penabur dengan kaliber 12 GA
  • Senjata api genggam, jenis pistol atau jenis revolver ; kaliber 0.32 inch; kaliber 0.25 inch; kaliber 0.22 inch
Izin kepemilikan senjata api pada suatu instansi/proyek/badan usah dibatasi pada 1/3 kekuatan satuan pengamanan yang bertugas, tidak lebih dari 15 pucuk senjata api serta maksimal 3 magazen/silinder untuk setiap pucuk senjata api.

Referensi

  1. ^ Peraturan Kepala Polri No. Pol. 18 Tahun 2006
  2. ^ Ketentuan perizinan senjata api ini diatur dalam Surat Keputusan Kapolri No Pol: Skep/244/II/1999 tertanggal 26 Februari 1999tentang Ketentuan Perizinan Senjata Api Non-Organik ABRI untuk Bela Diri.

Dasar Hukum

  • Peraturan Kapolri No.Pol. 24 tahun 2007 tentang Sistem Pengamanan Manajemen Perusahaan/Instansi Pemerintahan
  • Peraturan Kapolri No.Pol. 18 tahun 2006 tentang Pelatihan dan Kurikulum Satuan Pengamanan
  • Peraturan Kapolri No.Pol. 17 tahun 2006 tentang Pedoman Pembinaan Badan Usaha Jasa Pengamanan dan Penyelamatan
  • Surat Keputusan Kapolri No.Pol. Skep/1021/XII/2002 tentang Nomor Registrasi dan KTA Satpam
  • Surat Keputusan Kapolri No.Pol. Skep/1019/XII/2002 tentang Pakaian Seragam Satuan-Satuan Pengamanan
  • Surat Keputusan Kapolri No.Pol. Skep/302/III/1993 tentang Tanda Kualifikasi Pendidikan Anggota Satpam
  • Surat Keputusan Bersama Menaker No. KEP.275/Men/1989 dan Kapolri No.Pol. Kep/04/V/1989 tentang Pengaturan Jam Kerja, Shift dan Jam Istirahat Serta Pembinaan Tenaga Kerja Satuan Pengamanan.
»» Baca selengkapnya.....

Drill borgol POLRI



Anda pasti tahu dan ngga aneh lagi dengan apa itu BORGOL.Yes,,,,alat untuk meringkus para KORUPTOR,eh,,,salah ya,perasaan koruptor ga pernah diborgol,biasanya yang suka diborgolmah maling-maling kelas teri,yaaaaah,,,,,udah lah jadi keterusan tar,nih dibawah saya uraikan kilasan lengkap apa itu borgol yang suka dipakai bapa-bapa penegak hukum atau penjaga keamanan,silahkan mas,mba pada dibaca.

Borgol merupakan salah satu alat perlengkapan yang dipergunakan oleh anggota keamanan dalam tugas operasionalnya. Bentuk oval dan tungkai bergerigi masing-masing dapat bergerak 360 derajat, berat antara 250 – 350 gram. Bagiannya : a. rantai b. pegangan.Penggunaan / penempatan borgol :
a. Dipakai/dikatkan pada ikat pinggang sebelah kanan.
b Dipergunakan untuk membatasi gerak seseorang yang telah melaksanakan tindak kejahatan agar tidak dapat melarikan diri.
c. Dalam penggunaan borgol berpedoman pada dril I, II dan III borgol (sebagai alat penangkis, menyerang dan memborgol).
Teknik memborgol ada tiga yaitu
Borgol depan, borgol belakang dan borgol silang adapun caranya ada tiga yaitu
sikap berdiri :
- kedua tangan diangkat dengan telapak tangan terbuka, perintahkan berbalik (membelakangi petugas), condongkan badan ke depan (tempelkan tangan ke dinding) kurang lebih sampai membentuk sudut 45 derajat, kaki buka selebar mungkin sampai tumit terangkat, pegang kerah baju bagian belakang dan posisi petugas membentuk kuda-kuda segitiga dengan paha kaki depan menempel di antara kaki tahanan, pasang borgol pada tangan kanan, kemudian tarik ke belakang lalu ambil tangan kiri dan memborgolnya.
Sikap duduk :
- kedua tangan diangkat dengan telapak tangan terbuka, perintahkan berbalik (membelakangi petugas), kemudian duduk dengan kaki dibuka lebar-lebar, condongkan badan kedepan, posisi petugas membentuk kuda-kuda segitiga dengan lutut kaki depan menempel di punggung tahanan, pasang borgol pada tangan kanan, kemudian tarik ke belakang lalu ambil tangan kiri dan memborgolnya.
Sikap tiarap :
-perintahkan tahanan dalam posisi tiarap, kedua tangan di luruskan ke depan dengan telapak tangan terbuka, kaki dibuka lebar-lebar, pandangan mata lurus ke depan, posisi petugas dengan lutut kaki depan menekan di punggung tahanan, pasang borgol pada tangan kanan, kemudian tarik ke belakang lalu ambil tangan kiri dan memborgolnya.

DRILL BORGOL

Drill borgol merupakan senam borgol yang mempunyai maksud dan tujuan untuk mengingat dan melatih gerakan-gerakan drill borgol yang digunakan untuk menangkis, memukul dan memborgol tahanan dengan baik dan benar karena borgol merupakan kelengkapan perorangan.
Drill borgol terdiri dari drill borgol I sebagai alat pemborgol, drill borgol II sebagai alat pemukul dan drill borgol III sebagai alat penangkis dimana gerakan-gerakannya dirancang sedemikian sederhana dan sagat simpel supaya mudah dipelajari dan mudah diingat, karena gampang diingat maka sangat efektif untuk penerapan dilapangan sebagai alat keamanan, dimana gerakan tersebut hanya menagkis, memukul dan memborgol. Apabila seorang petugas menghadapi suatu konflik yang tidak bisa dihindari, maka borgol sebagai salah satu alat perongan yang melekat pada setiap petugas dapat dimanfaatkan maksimal untuk mengatasi masalah tersebut. Cukup dengan gerakan yang sederhana dari drill borgol secara benar ditambah dengan keyakinan yang pasti (tatak) maka petugas dapat menyelesaikan konflik tersebut. Misalkan jika lawan datang/menyerang apabila petugas tersebut ingat dengan teknik drill borgol tersebut, maka cukup dengan 2 teknik gerakan drill borgol serangan lawan akan ditangkis atau diserang balik dan langsung diringkus dengan menggunakan borgol dan konflik pun dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat. Dengan demikian dill borgol adalah suatu ketrampilan yang harus dan selalu dilatih oleh setiap petugas keamanan, mengingat gerakan drill borgol adalah suatu kemampuan wajib yang dimiliki oleh setiap petugas keamanan untuk meggunakan borgol dengan benar dan memanfaatkan borgolnya secara maksimal.


DRILL BORGOL I

Drill borgol I adalah senam borgol pertama yang diajarkan dalam latihan senam borgol. Drill borgol I memperagakan borgol sebagai alat pemborgol, karena fungsinya sebagai alat pemborgol maka untuk memegang borgol harus benar yaitu letak anak borgol atau bagian borgol yang bergerak menghadap depan Karena drill borgol I sebagai senam borgol yang note bene untuk keseragaman gerakan maka untuk melaksanakan drill borgol I ada aba-aba yang perlu dipahami yaitu sebagai berikut :
Persiapan Pelaksaan dengan maksud tujuannya adalah untuk mempersiapkan borgol di tangan agar gerakan pelaksanaan drill borgol tidak mengalami kesulitan atau hambatan, adapun langkah-langkah gerakannya sebagai berikut :
1. Posisi sempurna (siap) dan mengucapkan “DRILL BORGOL 1, BORGOL SEBAGAI ALAT PEMBORGOL”
2. Ada perintah “BORGOL DITANGAN” maka segera tangan kanan mengarahkan borgol yang berada di pinggang sebelah kanan dan membuka tempat borgol dilanjutkan mengambil/membawa borgol dengan tangan kanan yang secara bersama-sama diikuti tangan kiri dan pandangan mata 3. Ada perintah pelaksanaan “GRAK” maka kedua tangan mengarahkan ke samping badan selanjutnya kembali ke sikap sempurna
Pelaksaan Drill Borgol I yaitu dimana langkah inti dari senam Drill Borgol I adapun pelaksanaannya diawali dengan aba-aba “GERAKAN, MULAI” dan untuk keseragaman gerakan maka setiap langkah gerakan dalam pelaksanaan selalu ada aba-aba hitungan atau peluit atau teriakan, adapun langkah-langkah gerakannya adalah sebagai berikut :
1. Sikap sempurna tangan kanan memegang borgol.
2. Ada aba-aba “GERAKAN, MULAI” maka langsung bergerak maju ke depan dengan membentuk kuda-kuda kiri depan bersamaan dengan itu tangan kiri menagkis arah kiri atas, dilanjutkan dengan tangan kanan memborgol arah kiri atas.
3. Kaki belakang/kanan melangkah rapat dengan kaki depan/kiri kemudian kaki kiri melangkah kembali ke depan membentuk kuda-kuda kiri depan bersamaan dengan itu tangan kiri menagkis arah kanan atas, dilanjutkan dengan tangan kanan memborgol arah kanan atas.
4. Kaki belakang/kanan melangkah rapat dengan kaki depan/kiri kemudian badan menghadap kiri selanjutnya kaki kiri maju membentuk kuda-kuda kiri depan bersamaan dengan itu tangan kiri menagkis arah kiri atas, dilanjutkan dengan tangan kanan memborgol arah kiri atas.
5. Kaki belakang/kanan melangkah rapat dengan kaki depan/kiri kemudian kaki kiri melangkah kembali ke depan membentuk kuda-kuda kiri depan bersamaan dengan itu tangan kiri menagkis arah kanan atas, dilanjutkan dengan tangan kanan memborgol arah kanan atas.
6. Kaki belakang/kanan melangkah rapat dengan kaki depan/kiri kemudian berbalik badan arah kiri (berlawanan dengan arah jarum jam) selanjutnya kaki kiri maju membentuk kuda-kuda kiri depan bersamaan dengan itu tangan kiri menagkis arah kiri atas, dilanjutkan dengan tangan kanan memborgol arah kiri atas.
7. Kaki belakang/kanan melangkah rapat dengan kaki depan/kiri kemudian kaki kiri melangkah kembali ke depan membentuk kuda-kuda kiri depan bersamaan dengan itu tangan kiri menagkis arah kanan atas, dilanjutkan dengan tangan kanan memborgol arah kanan atas.
8. Kaki belakang/kanan melangkah rapat dengan kaki depan/kiri kemudian berbalik badan arah kanan (searah dengan arah jarum jam) selanjutnya kaki kiri maju membentuk kuda-kuda kiri depan bersamaan dengan itu tangan kiri menagkis arah kiri atas, dilanjutkan dengan tangan kanan memborgol arah kiri atas.
9. Kaki belakang/kanan melangkah rapat dengan kaki depan/kiri kemudian kaki kiri melangkah kembali ke depan membentuk kuda-kuda kiri depan bersamaan dengan itu tangan kiri menagkis arah kanan atas, dilanjutkan dengan tangan kanan memborgol arah kanan atas.
10. Kaki belakang/kanan melangkah rapat dengan kaki depan/kiri kemudian badan menghadap kiri selanjutnya kaki kiri maju membentuk kuda-kuda kiri depan bersamaan dengan itu tangan kiri menagkis arah kiri bawah, dilanjutkan dengan tangan kanan memborgol arah kiri bawah.
11. Kaki belakang/kanan melangkah rapat dengan kaki depan/kiri kemudian kaki kiri melangkah kembali ke depan membentuk kuda-kuda kiri depan bersamaan dengan itu tangan kiri menagkis arah kanan bawah, dilanjutkan dengan tangan kanan memborgol arah kanan bawah.
12. Kaki belakang/kanan melangkah rapat dengan kaki depan/kiri kemudian berbalik badan arah kiri (berlawanan dengan arah jarum jam) selanjutnya kaki kiri maju membentuk kuda-kuda kiri depan bersamaan dengan itu tangan kiri menagkis arah kiri atas, dilanjutkan dengan tangan kanan memborgol arah kiri atas.
13. Ada aba-aba “SELESAI” maka kaki depan /kaki merapat ke kaki kanan dengan diikuti kedua tangan ditarik kesamping badan dilanjutkan dengan menurunkan tangan untuk kembali ke sikap sempurna.

Penutupan Pelaksaan dengan maksud tujuannya untuk tetap menjaga keseragaman gerakan drill borgol I setelah melaksanakan senam tersebut dan mengembalikan borgol pada tempatnya, adapun langkah-langkah gerakannya adalah sebagai berikut:
1. Pada sikap sempurna (siap) dan ada aba-aba “SARUNGKAN BORGOL” maka segera tangan kanan yang memegang borgol memasukan borgol ke tempat borgol yang berada di pinggang sebelah kanan yang diikuti tangan kiri dan pandangan mata melihat tempat borgol
2. Ada perintah pelaksanaan “GRAK” maka kedua tangan mengunci tempat borgol selanjutnya kembali ke sikap sempurna

DRILL BORGOL II

Drill borgol II adalah senam borgol kedua yang diajarkan dalam latihan senam borgol. Drill borgol II memperagakan borgol sebagai alat pemukul, karena fungsinya sebagai alat pemukul maka untuk memegang borgol harus benar yaitu letak anak borgol atau bagian borgol yang bergerak menghadap belakang. Karena drill borgol II sebagai senam borgol yang note bene untuk keseragaman gerakan maka untuk melaksanakan drill borgol II ada aba-aba yang perlu dipahami yaitu sebagai berikut :

Persiapan Pelaksaan yang tujuannya adalah untuk mempersiapkan borgol di tangan kanan agar gerakan pelaksanaan drill borgol tidak mengalami kesulitan atau hambatan, adapun langkah-langkah gerakannya sebagai berikut :
1. Posisi sempurna (siap) dan mengucapkan “DRILL BORGOL 2, BORGOL SEBAGAI ALAT PEMUKUL”
2. Ada perintah “BORGOL DITANGAN” maka segera tangan kanan mengarahkan borgol yang berada di pinggang sebelah kanan dan membuka tempat borgol dilanjutkan mengambil/membawa borgol dengan tangan kanan yang secara bersama-sama diikuti tangan kiri dan pandangan mata 3. Ada perintah pelaksanaan “GRAK” maka kedua tangan mengarahkan ke samping badan selanjutnya kembali ke sikap sempurna
Pelaksaan Drill Borgol 2 diawali dengan aba-aba “GERAKAN, MULAI” dan untuk keseragaman gerakan maka setiap langkah gerakan dalam pelaksanaan selalu ada aba-aba hitungan atau peluit atau teriakan, adapun langkah-langkah gerakannya adalah sebagai berikut :

1. Sikap sempurna tangan kanan memegang borgol.
2. Ada aba-aba “GERAKAN, MULAI” maka langsung bergerak maju ke depan dengan membentuk kuda-kuda kiri depan bersamaan dengan itu tangan kanan memukul arah atas (bagian kepala lawan).
3. Kaki kanan maju ke depan dengan membentuk kuda-kuda kanan depan bersamaan dengan itu tangan kanan memukul arah dalam (bagian rusuk kiri lawan).
4. Bergerak maju ke depan dengan membentuk kuda-kuda kiri depan bersamaan dengan itu tangan kanan memukul arah luar (bagian rusuk kanan lawan).
5. Kaki kanan melangkah ke depan dengan membentuk kuda-kuda kanan depan bersamaan dengan itu tangan kanan menusuk arah depan (bagian hulu hati lawan).
6. Kaki kiri bergerak ke depan dengan membentuk kuda-kuda kiri depan bersamaan dengan itu tangan kanan memukul arah bawah (bagian kemaluan lawan).
7. Kaki belakang / kaki kanan merapat kedepan kemudian berbalik badan arah kiri (berlawanan dengan arah jarum jam) selanjutnya kaki kiri maju membentuk kuda-kuda kiri depan bersamaan dengan itu tangan kanan memukul arah atas (bagian kepala lawan).
8. Kaki kanan maju ke depan dengan membentuk kuda-kuda kanan depan bersamaan dengan itu tangan kanan memukul arah dalam (bagian rusuk kiri lawan).
9. Bergerak maju ke depan dengan membentuk kuda-kuda kiri depan bersamaan dengan itu tangan kanan memukul arah luar (bagian rusuk kanan lawan).
10. Kaki kanan melangkah ke depan dengan membentuk kuda-kuda kanan depan bersamaan dengan itu tangan kanan menusuk arah depan (bagian huluhati lawan).
11. Kaki kiri bergerak ke depan dengan membentuk kuda-kuda kiri depan bersamaan dengan itu tangan kanan memukul arah bawah (bagian kemaluan lawan).
12. Kaki belakang / kaki kanan merapat kedepan kemudian berbalik badan arah kiri (berlawanan dengan arah jarum jam) selanjutnya kaki kiri maju membentuk kuda-kuda kiri depan bersamaan dengan itu tangan kanan memukul arah atas (bagian kepala lawan).
13. Ada aba-aba “SELESAI” maka kaki depan /kaki merapat ke kaki kanan dengan diikuti kedua tangan ditarik kesamping badan dilanjutkan dengan menurunkan tangan untuk kembali ke sikap sempurna.

Penutupan Pelaksaan pada gerakan drill borgol 2 untuk mengembalikan borgol pada tempatnya setelah melaksanakan senam tersebut, adapun langkah-langkah gerakannya sama seperti pada drill borgol 1


DRILL BORGOL III
Drill borgol III adalah senam borgol ketiga yang diajarkan dalam latihan senam borgol. Drill borgol III memperagakan borgol sebagai alat penagkis, karena fungsinya sebagai alat penangkis maka untuk memegang borgol harus benar yaitu borgol dipegang oleh kedua tangan dengan kaitan jempol. Karena drill borgol III sebagai senam borgol yang note bene untuk keseragaman gerakan maka untuk melaksanakan drill borgol III ada aba-aba yang perlu dipahami yaitu sebagai berikut :

Persiapan Pelaksaan dengan tujuan untuk mempersiapkan borgol di kedua tangan agar gerakan pelaksanaan drill borgol tidak mengalami kesulitan atau hambatan dan untuk kebersamaaan gerakan, adapun langkah-langkah gerakannya sebagai berikut :
1. Posisi sempurna (siap) dan mengucapkan “DRILL BORGOL 3, BORGOL SEBAGAI ALAT PENANGKIS”
2. Ada perintah “BORGOL DIKEDUA TANGAN” maka segera secara bersama-sama tangan kanan dan tangan kiri mengarahkan borgol yang berada di pinggang sebelah kanan dan membuka tempat borgol dilanjutkan mengambil/membawa borgol dengan kedua tangan yang diikuti pandangan mata
3. Ada perintah pelaksanaan “GRAK” maka kedua tangan mengarahkan kedepan dada selanjutnya menurunkan tangan dengan kaki tetap rapat
Pelaksaan Drill Borgol 3 dan aba-aba pelaksanaannya sama dengan drill borgol 1 dan drill borgol 2 dan untuk gerakan maka setiap langkah gerakan dalam pelaksanaan dengan aba-aba hitungan atau peluit atau teriakan, adapun langkah-langkah gerakannya adalah sebagai berikut :

1. Sikap sempurna kedua tangan memegang borgol.
2. Ada aba-aba “GERAKAN, MULAI” maka langsung bergerak maju ke depan dengan membentuk kuda-kuda kiri depan bersamaan dengan itu kedua tangan yang membawa borgol menangkis arah atas kepala.
3. Kaki kanan maju ke depan dengan membentuk kuda-kuda kanan depan bersamaan dengan itu kedua tangan yang membawa borgol menangkis arah dalam / bagian rusuk kiri.
4. Bergerak maju ke depan dengan membentuk kuda-kuda kiri depan bersamaan dengan itu kedua tangan yang membawa borgol menangkis arah luar / bagian rusuk kanan.
5. Kaki kanan melangkah ke depan dengan membentuk kuda-kuda kanan depan bersamaan dengan itu kedua tangan yang membawa borgol menangkis serangan dari arah depan / bagian huluhati.
6. Kaki kiri bergerak maju ke depan dengan membentuk kuda-kuda kiri depan bersamaan dengan itu kedua tangan yang membawa borgol menangkis bawah / arah kemaluan.
7. Kaki belakang / kaki kanan merapat kedepan kemudian berbalik badan arah kiri (berlawanan dengan arah jarum jam) selanjutnya kaki kiri maju membentuk kuda-kuda kiri depan bersamaan dengan itu kedua tangan yang membawa borgol menangkis arah atas kepala.
8. Kaki kanan maju ke depan dengan membentuk kuda-kuda kanan depan bersamaan dengan itu kedua tangan yang membawa borgol menangkis arah dalam / bagian rusuk kiri.
9. Bergerak maju ke depan dengan membentuk kuda-kuda kiri depan bersamaan dengan itu kedua tangan yang membawa borgol menangkis arah luar / bagian rusuk kanan.
10.Kaki kanan melangkah ke depan dengan membentuk kuda-kuda kanan depan bersamaan dengan itu kedua tangan yang membawa borgol menangkis serangan dari arah depan / bagian huluhati.
11. Kaki kiri bergerak maju ke depan dengan membentuk kuda-kuda kiri depan bersamaan dengan itu kedua tangan yang membawa borgol menangkis bawah / arah kemaluan.
12. Kaki belakang / kaki kanan merapat kedepan kemudian berbalik badan arah kiri (berlawanan dengan arah jarum jam) selanjutnya kaki kiri maju membentuk kuda-kuda kiri depan bersamaan dengan itu kedua tangan yang membawa borgol menangkis arah atas kepala.
13. Ada aba-aba “SELESAI” maka kaki depan/kiri merapat ke kaki kanan dengan diikuti kedua tangan ditarik ke depan dada dilanjutkan dengan menurunkan tangan.

Penutupan Pelaksaan pada drill borgol 3 langkah-langkah gerakannya pada prinsipnya sama seperti pada drill borgol 1dan pada drill borgol 2.
»» Baca selengkapnya.....